Inspirator Indonesia

Blog Inspirasi Terbaik di Indonesia

Bagaimana Menangani Konflik Dalam Keluarga ?

Posted by Abdul Ghani Z pada April 23, 2008

Dalam sebuah keluarga selalu ada aja masalah berkaitan dengan individu-individu yang ada.

Pernah ga merhatiin atau ngalamin kondisi dimana Keluarga A dengan jumlah personil yang bejibun (banyak) dan keluarga B dengan jumlah personil yang lebih sedikit mempunyai tingkat permasalahan yang jauh berbeda ?. Keluarga A, sepertinya adem ayem aja. Semua bisa berjalan dengan baik tanpa ada konflik. Sementara di Keluarga B malah sebaliknya. Kondisi menjadi ga terkontrol, personil yang ada malah berprinsip “semau gw”. Konflik sepertinya siilh berganti dengan daftar tunggu yang ga terputus. Datang dan datang dan datang…..

Ketika berbicara mengenai penanganan konflik atau masalah dalam lingkup keluarga. Peran serta orang tua sebagai panutan menjadi sangat krusial. Pemahaman tentang nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab menjadi salah satu kunci dari makin rumitnya persoalan yang dihadapi.

Mengaca pada kondisi dua keluarga diatas, kondisi keluarga A lebih terkontrol sedangkan kondisi keluarga B tidak terkontrol. Salah satu dasar dari sebuah konflik dua keluarga itu adalah kurangnya penanaman prilaku “berbesar hati”.

Berbesar hati mengakui ketika kita salah kepada siapapun tanpa melihat asal, status apalagi urutan senior-junior.

Berbesar hati menerima hasil dari suatu kompetisi dimana ada pemenang pastinya ada yang kalah.

Berbesar hati memberi kelebihan harta untuk membantu sesama.

Berbesar hati untuk melakukan dialog tanpa harus menjadi otoriterian.

Dan seterusnya…. seterusnnya… seterusnya…..

Inti dari semua adalah kemauan untuk mengakui juga memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat/terjadi dan menjadikannya sebuah pembelajaran agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab dalam menghadapi setiap masalah.

About these ads

Satu Tanggapan to “Bagaimana Menangani Konflik Dalam Keluarga ?”

  1. Freddy said

    Manusia bisa menyelesaikan masalahnya ketika ia mengerti hakekatnya sebagai manusia. Dengan kembali kepada hakekatnya sebagai manusia ia baru bisa berbesar hati, bisa mengerti orang lain, rendah hati, dan lain sebagainya. Tetapi manusia bisa menemukan hakekatnya hanya bila ia menemukan Penciptanya.

    yup…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: